Redeploying Blog And New Branding

Akhirnya ada maenan baru dan ane ditarik untuk menggunakannya. Produk dalam negeri …
everything in the known universe about rgesit

Translation of The Holy AL-Qur'an

Akhirnya ada maenan baru dan ane ditarik untuk menggunakannya. Produk dalam negeri …
Makin banyak aja peminat postgre, barusan aja programmer friend di bekasi nanyain lewat chat. Untug di kantor ada buku php + postgre saya ketik deh line per line ke chat box nya ym (myym:prasastialam)
.
beberapa contohnya ini …. ntar kita selalu lanjutkan yang lebih bermakna dalam dunia newbie programming, toh saya juga newbie …. tapi saatnya atur strategi untuk berperang melawan kebodohan dan kemiskinan termasuk masuki era technolgy yang takkan terkejar oleh manusia tak berpengalaman dan tidak berwawasan luas seluas nusantara .. hayah
Saya sertakangroup chat saya di ym yang menyediakan khusus untuk kampus tercinta udinus semarang, biaralah orang mau bilang apa kaena bagaimanapun aku dilahirkan di dunia ini tak pernah menyangka bahwa akan ditempatkan di kota yang menjadi penghasil LOENPIA nomor satu itu (kata siapa tuh ?? mbuh)
Rektor bapak DR edi terima kasih atas saran info dan diskusi kita selama ini, dekan bapak edi mulyanto menjadi teman kami dalam berbagai cerita dan aktifitas, kaprogdi bu ayu pertiwi semua materi yang kau berikan ada kok implementasinya di dunia kerja, karena kebanyakan dulu kita anggap wuih ibu ayu english content ngajarnya trus apa gunanya ya materi ini apa iya kepake ..?? wis2 bener2 tak tau trima kasih kita saat itu .. Maap ya bu ayu .saran dan kritik mu yang banyak membangun kami menjadi lebih responsive terhadap ilmu baru, bapak dosen pak ifan, pak edi faisal, bu etika kartikadarma menjadi satu pembimbing minithesis saya bersama pak aris nurhindarto, bu sari wijayanti … waduh .. dulu awal kuliah bener2 galak bu sari .. eh tapi ternyata bu sari baik dan sangat perhatian terhadap mahasiswi dan mahasiswanya bukan bgitu bu sari…. dan semuanya takkan kusebut satu2 per satu. OK semarang jasamu di dalam diri ini tidak akan kulupakan …. .hiks … smangat
// rgesit@gmail.com
// Under graduated from Universitas Dian Nuswantoro Semarang
// terima kasih atas civitas akademika udinus dan teman2 sekalian smuanya deh
// Ku Berusaha Bersyukur di Bawah langitMU YA ALLAH
// Depok, November 20, 2007require "server.php";
$sql ="select * from images";
//$query= pg_query($koneksi,$sql);
$query= pg_exec($koneksi,$sql);
//$row = pg_num_rows($query);
$row = pg_numrows($query);
if($query)
echo "sukses";
$for($i=0;$i<$row;$i++){
$rgrow = pg_fetch_array($query, $i, PGSQL_ASSOC);
echo "nama masnya : ".$rgow[‘nama’]."";
//add
echo;
else
echo "gagal";
?>
Silahkan Komentar bagi temandan rekan2 seperjuangan dalam kehidupan di semarang atau dimanasaja
semarang Aku Takkan Melupakanmu
Kesederhanaanmu…
Keindahanmu ..
Keragamanmu ..
Ketenanganmu …
jangan kotori semarang kita dan indonesia
tertanda
"Sempet" be Semarang People
KTP Licenced
R. Gesit Prasasti Alam
As deployment of XML data and web services becomes more widespread, you may occasionally find it convenient to connect an HTML presentation directly to XML data for interim updates without reloading the page. Thanks to the little-known XMLHttpRequest object, an increasing range of web clients can retrieve and submit XML data directly, all in the background. To convert retrieved XML data into renderable HTML content, rely on the client-side Document Object Model (DOM) to read the XML document node tree and compose HTML elements that the user sees.
Microsoft first implemented the XMLHttpRequest object in Internet Explorer 5 for Windows as an ActiveX object. Engineers on the Mozilla project implemented a compatible native version for Mozilla 1.0 (and Netscape 7). Apple has done the same starting with Safari 1.2.
Similar functionality is covered in a proposed W3C standard, Document Object Model (DOM) Level 3 Load and Save Specification. In the meantime, growing support for the XMLHttpRequest object means that is has become a de facto standard that will likely be supported even after the W3C specification becomes final and starts being implemented in released browsers (whenever that might be). Read More…
$GLOBALS This contains a reference to all of the variables that are available globally within the executing script. The keys of the array are the names of the variables.
$_SERVER This contains information about the context in which the script is executing, such as the name of the server, the name of the page being run, information about the connection, and so on.
$_GET, $_POST These contain variables that a page might send to the server as part of an HTML
element.
$_SESSION, $_COOKIE These contain information about managing visitors and about a storage facility known as "cookies." We will cover this in more detail in Chapter 19, "Cookies and Sessions."
$_REQUEST This contains the content of the $_POST, $_GET, and $_SESSION arrays.
$_ENV This contains the environment variables for the process in which the PHP language engine is executing. The keys of the array are the names of environment variables.
$php_errormsg This holds the last error message that was generated by the PHP language engine while executing the current script. It is only available within the scope of the code where the error occurred, and if the TRack_errors configuration option in php.ini is turned on. (By default, it is not.)
Kembali lagi dengan materi baru mengenai inti dan dasar yang banyak mereka melewatinya, setelah beberapa pekan kita melewati dengan belajar / sinau
CSS dan JS termasuk Ajax itu … sekarang saatnya beralih ke intinya dalam web programming
Oke deh sementara ini dulu… bersambung nih ….
Selamat coding .. Singing .. Pusing .. Guling2 … Ding

Kembali lagi dengan masalah lama yang tak kunjung hilang dan mereda dalam penyebarannya dan niat pelakunya, "SQL Injection" namanya… dimana memanfaatkan kelengahan dan ketidak telitian programmer dalam memberi akses scripting atau input, uRL dan out inject, dll. misalkan dengan cara memasukkan karakter ‘’or’‘=’’ yang akan membaca perintah sQL dengan all select, itu pun jika programmer tidak menutup lubang pergerakan para hacker dan SQLer
.
Ada hal yang menarik, biasanya para pemilik site .go.id , ac.id, edu, co,id, etc inilah yang banyak jadi sasaran tembak dalam melubangkan pintu keamanan mereka … karena selain merasa "Ngeh" jika kita sudah bisa membobol situs yang terdaftar berguna dan penting.
Namun juga, para admin dari situs2 tersebut biasanya tidak mau tau.. atau mungkin mereka melihat karena isi file tidak terlalu penting atau sudah punya backup ….
cek this script :: http://www.xXXxxx.go.id/index.php?tipe=news&id=13//AND//1=2/*
jika menjalankan script diatas isi tampilan news-nya hilang dan apabila 1=2 diganti dengan 1=1 maka newsnya tampil .. maka ada indikasi itu bisa di "HAJAR" dengan SQL Injection Lebih Jelasnya tanya mas2 echo….
Week. .. Hasrat hacker mulai terpacu lagi neeh ..
http://www.google.co.id/search?q=s1ncl3@n
Tapi nggak ah, mending belajar ilmu laen .. agama, php, marketing dan ngaji
As always response to our lady web designer, Montan. Web Designer gak punya masa depan dan Web Programmer lebih parah lagi.
Fakta (sorry menyimpulkan sendiri)
Kebutuhan web sekarang makin meningkat. Perusahaan di Indonesia banyak yang mulai semakin sadar bahwa web suatu potensi. Cuma kebanyakan enggak tahu memanfaatkan potensi ini. Ketidaktahuan ini yang justru mendorong mereka untuk mengkomparasi biaya, bukan mengenali manfaat web bagi usaha mereka.
Saking banyaknya tools, semakin membuat mereka terpaku dengan masalah pembuatan itu sendiri. Simple, cepat dan langsung online. Ujung-ujungnya malah mengabaikan hal-hal detail yang sangat dibutuhkan sesuai dengan strategi web-nya, dan menampilkan hal-hal lain yang mubazir. Simpelnya, “Bias” karena terpaksa.
Tidak ada anggaran khusus untuk web. Saya yakin bahwa masih sedikit perusahaan di Indonesia yang memasukkan anggaran untuk pengelolaan web dalam anggaran perusahaannya. Ini juga mendorong agar pembuatan web menjadi asal jadi, karena anggarannya pake sisa anggaran lain.
Webtools Generik vs Web Programmer
Webtools sifatnya generik. Untuk kalangan tertentu (Sekolah, perusahaan kecil, organisasi non-profit) ini akan cocok sekali. Low budget, cukup memenuhi kebutuhan mereka. Toh mereka juga gak muluk-muluk mintanya.
Tetapi pengalaman saya selama 5 tahun (as profesional in web development), tidak ada client yang sama kebutuhannya dengan client lain. Walaupun itu mirip/similar. Selalu ada penyesuaian agar aplikasi sesuai dengan yang diinginkan customer. Jadi percuma dong bikin modul-modul? Gak juga. Cuma kita sangat mengenali modul yang kita buat. Jadi hampir semua perubahan yang diinginkan selalu dapat dilakukan, tanpa effort berlebihan.
In other ways, Webtools (katakanlah PHPNuke). Bisa instant dan langsung online. Tapi jika diinginkan suatu perubahan, ini akan cukup memakan effort sang web programmer. Ada “learning curve” untuk mempelajari “jeroan” si Tools itu sendiri. Dan biasanya yang menjadi masalah, sang developer “terjebak” untuk membuat modul baru yang harus cukup generik juga. Ini sebenarnya effort tambahan yang tidak menyenangkan bagi web programmer dan membuat terkurung dalam frame dari webtools itu sendiri.
Kemudian, saking mudahnya webtools, seorang programmer pemula jadi ikutan terjun ke bisnis ini. Pas mau bikin perubahan, mulai keteteran. Belum punya basic programming yang kuat, SQL berantakan, bikin database baru seenaknya dan lain-lain.
Template vs Web Designer
Sama aja dengan yang di atas. Kalau low-budget dan gak muluk-muluk mintanya, ya milih template aja.
Tapi kalau perusahaan yang serius dengan web, dia tidak akan mengorbankan image/kredibilitasnya pada sebuah template. Selain itu, content yang dinginkan perusahaan tidak akan sesimple seperti yang ditawarkan oleh template. Harus banyak modifikasi dilakukan pada template dan ujung-ujungnya malah gak serasi dengan design awal.
Kesimpulan
Ada satu yang susah dilawan untuk template sama program generik. Aplikasi Weblog. Kalau yang ini ampun deh. Asli gak bisa dilawan hehehe.
Orang bilang rejeki masing-masing (Pasrah banget ya?). Mungkin prosesnya buat orang Indonesia harus begini, 3 NY . Nyonline buru-buru, kemudian Nyadar webnya enggak sesuai, baru deh Nyari kita (yang terakhir amin.. amin.. amin..).
Orang bilang ga ada kata terlambat untuk belajar, dan pisau yang tumpul apabila diasah trus-menerus maka akan jadi tajam juga. Dengan bermodalkan dua hal itu saya membulatkan tekad untuk belajar OOP, belajar dari dasar… terseok-seok, karena otak sudah terlanjur akrab dengan pemrograman prosedural.
Berikut istilah-istilah yang biasa digunakan dalam OOP, sedikit saya rangkum sebagai langkah awal dalam memahami OOP.
Warning : pengertian berikut dirangkum dengan pemahaman saya yang masih sangat awam akan konsep OOP
Object :
Kumpulan Variabel dan Fungsi yang saling berkaitan
Class :
Adalah blueprint atau rancangan dari object. Jadi dari satu class bisa dibuat banyak object . Object adalah instance dari class.
Contoh : class = sepeda
Object = sepedaGunung, sepedaTandem
Polymorphism :
Berarti suatu benda seakan-akan mempunyai banyak bentuk. Dua objek atau lebih dikatakan polymorphic bila objek-objek itu mempunyai antar muka yang identik namun mempunyai perilaku yang berbeda. Muncul karena interaksi konsep inheritance dan dynamic binding.
Contoh : method sayHello() pada class dog, class cat atau class dog akan menghasilkan keluaran yang berbeda. dog = "guk..guk.." sedangkan cat = "miau..miau.."Jadi class yang berbeda dapat menjawab sebuah pesan yang sama, namun sesuai dengan kemampuan class tersebut.
Inheritance :
adalah pewarisan sifat, sebuah subclass akan mewarisi sifat dari superclass-nya. Subclass dapat melakukan override terhadap sifat dan kemampuan warisan superclass-nya.
enkapsulasi :
Memastikan pengguna sebuah object tidak dapat mengganti keadaan dalam diri sebuah object dengan cara yang tidak layak, hanya method dalam object tersebut yang dapat diberi ijin untuk mengakses keadaannya.
Lanjut ya…. Materi berikut ini merupakan hasil terjemahan dari artikel "An Introduction to OOP in PHP" . Artikel asli dapat langsung dilihat disini
Yang Keren Dari OOP
Mari mulai dari awal dan pelajari konsep dasar. Awalnya, seorang developer PHP menuliskan coding mereka dalam bahasa prosedural. Pada koding semacam ini, Satu hal terjadi setelah hal lainnya dan hal paling menarik yang dapat terjadi adalah penyertaan file lain. Function tersebar disana-sini, dan kumpulan library dari function tersebut dapat membantu memindahkan sesuatu dengan lebih cepat. Ada keterbatasan pada jenis pemrograman seperti ini. Koding dengan cara prosedural cenderung ‘merepotkan’ bila bekerja dengan ‘large site’. Memindahkan sesuatu dengan bantuan include files dapat membantu, tapi bukan penyelesaian dari masalah.
OOP dapat membantu mengatasi semua kerepotan tersebut. Mari kita bicarakan tentang pengertian dari ‘object’ yang dimaksud dalam OOP. Object adalah kumpulan tipe variabel dalam PHP yang dapat melakukan banyak hal-hal menyenangkan Mereka (object) dapat dilewatkan from place to place sambil maintenace semua properti dan method yang mereka miliki di dalam diri mereka. Jika ini masih belum masuk akal buat anda, bertahan saja, saya akan membantu. Langkah pertama adalah mengetahui cara menciptakan sebuah objek milik anda sendiri!
Object Kesayangan Kita
Object hanyalah type variabel (seperti yang sudah dijelaskan diatas) dengan feature istimewa yang menyertainya. Untuk membuat sebuah object, anda membutuhkan sesuatu yang disebut class. Pikirkanlah class sebagai suatu framework dibelakang sebuah object yang mendefinisikan kegunaan serta variabel-variabel yang disimpan didalamnya. Berikut contohnya:
class myClass {
function myClass(){
}
}
?>
Pada contoh diatas, "myClass" merupakan nama dari class, dan kata ‘class’ adalah kata kunci yang akan dicari oleh PHP untuk mengetahui apa yang anda lakukan. Didalam pendefinisian class tersebut terdapat fungsi dengan nama "myClass". Saya tidak bermaksud membuat anda bingung, ada alasan mengapa fungsi tersebut diberi nama yang sama dengan class yang menampungnya. Fungsi tersebut merupakan fungsi khusus yang disebut constructor. Hal ini seperti membuat pondasi dan membangun dinding dari sebuah bangunan baru, fungsi ‘myClass’ dijalankan ketika objek pertama kali diciptakan.
Ah~! sekarang kita sampai pada bagian yang menyenangkan! Object Creation!
Jadi, sekarang kita telah mempunyai sebuah contoh class yang siap untuk digunakan. Tapi untuk dapat mengambil sesuatu didalamnya, kita perlu membuat sebuah object yang mewakilinya. Berikut contohnya :
$mine=new myClass();
?>
Variabel $mine adalah sebuah object yang baru diciptakan. Jika anda melakukan perintah printr() pada object tersebut anda akan melihat keistimewaannya. Untuk memberitahu PHP bahwa kita ingin menjadikannya sebuah object, kita gunakan kata kunci ‘new’ diikuti nama class. Contoh diatas BELUM benar-benar melakukan sesuatu, tapi hal itu akan berubah setelah kita berkenalan dengan properties.
Meletakkan Properties
Seperti hal lainnya yang berkaitan dengan class, property sebenernya adalah sesuatu yang telah anda tahu sebelumnya. Property hanyalah sebuah variabel dalam penyamaran. Mengapa mereka berbeda? Didalam sebuah class anda dapat mempunyai variabel, tapi ada variabel yang berasal dari pemanggilan dari level yang lebih tinggi. Variabel ini dapat diakses dari dalam maupun dari luar kelas dan merupakan variabel global didalam sebuah object. Berikut contohnya:
class myClass {
var $myvar = ‘testing’;
function myClass(){
}
}
$mine=new myClass();
echo $mine->myvar;
?>
Pada contoh diatas, kita menggunakan struktur class seperti pada contoh sebelumnya, tapi kita tambahkan sesuatu yang sedikit berbeda. Variabel ‘$myvar’ yang didefinisikan pada bagian atas menyimpan sebuah nilai yang dapat kita ambil kemudian. Setelah kita membuat sebuah object, ada sebuah operator baru yang diperkenalkan, yaitu ‘->‘. Basically, ini memberitahukan PHP bahwa variabel yang anda referensikan adalah bagian dari object ‘mine’. PHP secara otomatis akan menarik current value dari object tersebut dan menampilkannya. dan hal ini tidal hanya sebatas variabel saja, anda juga dapat menggunakan tanda panah ini (->) untuk memanggil method (fungsi didalam class), sebagai contoh :
class myClass {
function myClass(){
}
function echoMe(){
echo ‘me’;
}
}
$mine=new myClass();
$mine->echoMe();
?>
Apabila script tersebut dijalankan maka akan menghasilkan tulisan "me" pada halaman browser, sederhana bukan??
Langkah Selanjutnya
Sekarang kita akan mengaplikasikan pengetahuan yang sudah kita punya untuk membuat sesuatu yang berguna – misalnya saja sebuah contoh grafik sederhana. Pada contoh berikut kita akan membuat sebuah kotak pada halaman browser (dengan menggunakan tag DIV) dan dengan bantuan PHP serta CSS, akan dilakukan beberapa perubahan terhadapnya. Berikut contohnya:
class myHappyBox {
var $boxheight = 100;
var $boxwidth = 100;
var $boxcolor = ‘#EC0000’;
function myHappyBox(){
}
function setHeight($value){
$this->boxheight=$value;
}
function setWidth($value){
$this->boxwidth=$value;
}
function setColor($value){
$this->boxcolor=$value;
}
function displayBox(){
echo sprintf(‘’,$this->boxheight,$this->boxwidth,$this->box_color);
Ada beberapa hal baru yang harus diperhatikan disini. Kita sudah tahu bahwa kita akan membuat sebuah gambar kotak dengan menggunakan class ini, dan kita tahu bahwa kotak mempunyai poperty tertentu – yaitu panjang, lebar dan warna. Pada contoh class diatas dapat dilihat ketiga property tersebut mempunyai default value (nilai yang telah ditentukan). Dengan menyimpan default value, anda dapat langsung memanggil displayBox() dan akan menghasilkan kotak berukuran 100×100 pixel berwarna merah tanpa perlu lagi mengeset panjang, lebar dan warna kotak tersebut. Tapi bagaimana jika kita ingin mengubah salah satu nilai dari property tersebut? Untuk itulah dibuat fungsi-fungsi lainnya selain displayBox().
Ada tiga buah fungsi didalam class myHappyBox. Yaitu fungsi untuk menentukan panjang, mamentukan lebar dan menentukan warna, dan ketiga fungsi tersebut bekerja dengan dasar yang sama. Masing-masing dari mereka mengambil nilai dan mengeset property global pada nilai tersebut. jadi, apabila kita ingin mengubah ukuran dari kotak tersebut, hal yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:
$box=new myHappyBox();
$box->setHeight(30);
$box->setWidth(300);
$box->displayBox();
?>
Koding diatas akan merubah kotak default dan akan ditampilkan kotak baru dengan lebar yang jauh lebih besar dari pada panjangnya. Perubahan serupa dapat juga dilakukan dengan method setColor() yang akan merubah warna dari kotak, dengan isian nilai pada method setColor() adalah berupa HTML color (Hex).
BUNGKUS !
Jadi, inilah dasar OOP - bukan sesuatu yang menakutkan ataupun perlu dihindari. Malahan OOP bisa jadi suatu hal TERBAIK yang dapat terjadi antara anda dan coding yang anda tulis. Tentu saja menulis ulang aplikasi yang sedang anda buat dengan gaya OOP bisa menjadi sesuatu yang merepotkan, tapi akan selalu ada proyek selanjutnya yang dapat dipertimbangkan. Dan ingat, Ada banyak hal lain yang harus dipelajari selain object, class, method, maupun property seperti yang telah dijelaskan diatas. Anda dapat langsung mengacu ke website PHP.net dan lihat langsung ‘their great resources’ pada topik OOP. Disitu akan terdapat jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang mungkin sekarang muncul dalam benak anda setelah anda menyelesaikan tutorial ini.
Ada hal yang dilakukan oleh para spammer selain mereka juga menyerang melali email. mereka juga menyerang dengan membanjiri paket terhadap database.. di dalam web kita yang mengandung form atau inputan untuk diproses. Namun dengan program captcha image salah satunya juga bisa mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi tersebut … karena tindakan input form dari web kita hanya bisa dilakukan oleh human not machine spammer … Cukup simple dan bermanfaat teknik ini .. jika menemui banyak kesulitan tentang coding … banyak kok tersedia di internet free code nya, tanya aja mbah google. Atau jika Anda ingin membuat web / aplikasi web based dengan tingkat security yang tinggi kami juga menawarkan di bidang itu .. hubungi www.transformatika.com . Usaha Kami selalu menjadi kepuasan anda … congratulations. ….
Melanjutkan pembicaraan kita, nih contoh captcha yang terdapat di jurnal rumahweb.com



Pengertian :
Captcha merupakan singkatan dari "Completely Automated Public Turing test to tell Computers and Humans Apart" ( Wikipedia ). dan dibuat untuk membedakan antara mesin ( bot ) dan manusia.
Implementasi :
Captcha sering kali digunakan untuk ‘mengamankan’ form dari serangan bot, contoh : pada form kontak, form pendaftaran, dsb. Kali ini, kita akan mencoba membuat sebuah simple captcha dengan menggunakan test matematika sederhana ( penjumlahan ).
Script diatas akan menjumlahkan nilai random ( acak ). Nilai acak tersebut didapat dari fungsi mt_rand(). Hasil dari penjumlahan nilai acak tersebut akan di simpan kedalam sebuah session yang nantinya akan berfungsi untuk melakukan pengecekan input dari form.
file : form.php
Demo dari kedua file diatas, dapat ditemukan disini .
Selamat mencoba ![]()
Regards,
R.Gesit Prasasti Alam
® Free Design and Templates On Your Blog :)